Pada kesempatan ketiga pada kali ini saya akan share tentang Keperibadian yang tangguh, saya akan mulai menulis bismillah.
Termaktub dalam firman Allah sebagai berikut :
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya “Dan, bahwa (yang kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalannya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (Q.S. al-An’am [6]: 153)
Jiwa dan kepribadian yang tangguh hanya bisa dimiliki oleh pribadi yang dekat dengan Allah SWT. Dengan mentalitas akhlaq al- karimah. Dalam situasi apapun ia mampu mengatasi persoalan dengan sempurna. Ketika nasihat, kritik, bahkan fitnah dialamatkan kepadanya, maka ia sama sekali tidak mengendorkan amal, semangatnya tidak menjadi punah. Ketika hasil kerja ternyata tak sebanding dengan usaha dan harapannya, maka ia tidak menyesal dan tenggelam dalam kesedihan. Ketika amal tidak bersambut apresiasi sebanding dengan bayangan sebelumnya, maka ia tak membuat urung untuk terus berjuang. Ketika niat baik disambut berbagai prasangka negatif, maka ia tetap berjalan ke arah tujuan tanpa berpaling muka. Ketika ia diterpa ketersinggungan, maka pribadinya tak membuat keluar dari barisan untuk merusak tatanan. Ketika posisinya di atas, maka ia tidak merasa jumawa, ketika di posisi bawah tak membuat ia enggan bekerja. Ketika terlanjur khilaf, maka ia terdorong untuk minta maaf, ketika berbuat salah mendorong ia berbenah, ketika ketinggalan, maka ia terdorong untuk meningkatkan kecepatan. Ketika menghadapi wajah marah, maka dengan penuh senyum ia tetap ramah, ketika menghadapi kata kasar. Ia tetap dengan jiwa yang besar, ketika di tuduh berdusta, maka dengan tegar ia menjelaskan berdasarkan fakta. Semua persoalan selalu dikembalikan kepada Allah itulah kepribadian yang tangguh. Semoga paparan hikmah ini dapat menjadi cermin bagi kepribadian pembaca semuanya.
Ada empat hal yang bisa mengangkat derajat seorang hamba menuju kedudukan tertinggi, meskipun kapasitas amal dan keilmuannya sedikit, yaitu;
- Kemurahan hati untuk selalu berbagi kebaikan kepada orang lain berbagi ilmu, berbagi pengalaman baik dan sebagainya.
- Rendah hati, tawaduk, sopan selalu menghormati orang lain, sehingga Allah dan manusia menghormati dia.
- Kedermawanan. Suka bersedekah bagi orang yang membutuhkan dan menginfakkan hartanya di jalan yang diridhai Allah.
- Budi pekerti yang luhur. berakhlak al-karimah sesuai aturan syari’ah. Tidak riya’ takabur dan ujub.
Dikutip dari dawuh Syaikh Junaid al-Baghdadi.
Terima Kasih sudah membaca artikel di atas semoga Keperibadian pembaca lebih tangguh lagi dan lebih beriman lagi.
Semoga bermanfaat .Aamiin. cc: http://jailanihm.com/
Wassalamualaikum Wr Wb




