Selamat Malam saudara seagama ku, pada kesempatan kali ini saya Muhammad Dzulkifli akan
mengshare Kisah teladan dari sahabat Nabi Sa'ad bin Abi Waqqash. saya akan mulai menulis Bismillah.
mengshare Kisah teladan dari sahabat Nabi Sa'ad bin Abi Waqqash. saya akan mulai menulis Bismillah.
PARA PEMULA
Sa'ad bin Abi Waqqash salah satu sahabat yang sangat berbakti kepada ibunya yang bernama Hamnah binti Sufyan bin Abi Umayyah. ia tidak pernah membangkang, apapun yang dikehendaki ibunya. tiap pagi, bersama saudara-saudara yang lain, ia selalu makan sama-sama.
Tetapi, hari itu wajah Sa'ad kelihatan muram. Ia telah mendengar tokoh Quraisy yang sangat dipujanya, Abu Bakar, telah memeluk agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW, keponakan Abu Thalib. begitu pula Ali dan Zain bin Haritsah. dari Abu Bakar ia telah memperoleh keterangan sejelas-jelasnya tentang agama itu, bagai mana cara beribadah yang benar, memuji Tuhan yang benar, Yaitu Allah Swt. dan akalnya yang cerdas ikut membenarkan agama itu. sudah lama ia merasa tersiksa kalau bersama ibunya menyembah-nyembah berhala dan patung-patung yang membisu. mana mungkin Lata, Manata, dan Uzz, betpa pun raksasanya arca-arca itu dibuat manusia dan diperjual belikan. apa mungkin tuhan yang diperjual belikan bisa mengatur kehidupan?
karena itu, secara diam-diam ia pun memeluk agama Islam. ia tidak berani terang-terangan untuk menjaga perasaan ibunya yang sangat setia kepada agama nenek moyang. Namun, pada suatu hari, ketika ia sedang bersujud ditikar sembayang , beribadah kepada Allah, ibunya yang amat dicintainya itu secara tidak sengaja memergokinya. dengan mata terbelalak murka ibunya menegur, "Anakku, apa yang kamu lakukan itu".
Hamnah makin gerang dan sedih "Jadi engkau telah meninggalkan agama nenek moyang? tidak lah engkau takut akan dikutu para berhala".
"Berhala-berhala itu cuma patung yang di buat oleh manusia, ibu. mereka tidak memberi manfaat, dan tidak pula menyebabkan bahaya atas kita", jawab Sa'ad.
"Anak durhaka. aku tidak rela anakku menjadi pengikut Muhammad"
Dengan halus sa'ad menyahut, "Maaf ibu, Muhammad adalah utusan Allah. dan tuhan yang kami sembah adalah tuhan yang sebenarnya, yakni Allah Azza Wa Jalla, ia sendiri tidak ada sekutu baginya."
Lalu ibu Sa'ad pun kian marah dan ia mengancam, ia mogok makan dan minum dan menyiksa dirinya sendiri hingga mati, lalu selama beberapa hari ibu sa'ad tidak makan dan minum sampai badannya kurus. Sa'ad sudah membujuknya setiap hari dan menyediakan makanan dan minuman tapi ibunya tetap bersikeras pada pendiriannya.
Sa'ad memang tidak teragukan kecintaannya kepada orang tua, tapi cinta dan baktinya kepad Allah jauh lebih besar. Hamnah menangis tersedu-sedu. kejadian ini pun terdengar oleh Rasulullah. beliau ikut berduka sampai akhirnya turun firman Allah melalui surat Luqman ayat 14 - 15 yang isinya mewajibkan setiap anak berbakti kepada orang tuanya meskipun mereka tidak mau seagama dan seiman, terutama kepada ibu yang telah mengandungnya dengan susah payah hingga menyusuinya selama dua tahun.
dengan turunnya ayat itu Sa'ad pun bersujud di kaki ibunya sambil memohon ampun. dan diceritakan ayat itu kepada ibunya bahwa sikapnya dianggap salah oleh tuhan. mendengar keterangan Sa'ad tersebut Hamnah binti suryan bin umayyah pun luntur kekerasan hatinya. dengan penuh kesadaran ia memeluk agama islam dan hidup damai sejahtera bersama anaknya.
Dari cerita di atas kita mendapat hikmah bahwa setiap anak harus berbakti kepada orang tuanya meski berbeda agama dan iman, untuk para ulama dan ahli saya memohon tegur sapanya dalam perbaikan isi artikel ini, sekian pertemua kita pada kali ini dan saya ucapkan terima kasih karena sudah membaca artikel ini dan semoga keimana kita bertambah dan ibadah kepada Allah lebi khusyuk lagi.
Wassalamualaikum Wr Wb




